Pernah mendengar kata 'tolong' dan 'terima kasih' ?
Menurutmu apa arti kata-kata itu?
Menurutku dua kata itu punya makna yang penting.
'Terima kasih' bukan sekedar dua kata yang diucapkan orang setelah kita memberi atau melakukan sesuatu yang baik untuknya.
'Terima kasih' itu penting, apalagi kalau diucapkan dengan tulus.
Bayangkan saja jika setelah kita melakukan sesuatu, kita tidak diucapkan kata 'terima kasih'.
Pernah merasakan?
Ada rasa 'nggak enak' 'kan?
"Apaan sih nih orang?! Nggak tau terima kasih!"
Kadang kata 'terima kasih' itu tidak cukup untuk membalas sesuatu tersebut,
kalau tidak bisa dengan materi perbuatan juga bisa kok..
Tapi, sebelum menggunakan kata 'terima kasih', masih ada kata 'tolong' untuk meminta sesuatu.
Kadang, tanpa kata 'tolong' kalimat meminta akan seperti kalimat menyuruh,
dan itu akan membuat kamu seperti berbicara pada bawahanmu.
Nggak mau terlihat seperti itu 'kan?
Atau kamu memang punya sifat yang selalu menyuruh-nyuruh bahkan pada ibu dan teman-temanmu?
'Tolong' ubah sifat itu!
Bagus kalau temanmu ngga sadar.
Kalau sadar?
Hanya tinggal nama temanmu itu.
Menurutku kata 'tolong' dan 'terima kasih' itu penting.
Jadi, ayo kita belajar bersama-sama untuk menggunakan dua kata itu pada orang, tempat, dan waktu yang tepat.
Bagaimana?
Tampilkan postingan dengan label Isi Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isi Hati. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Januari 2011
Istimewa
Apa kamu merasa istimewa?
Kenapa kamu merasa istimewa?
Kenapa aku harus selalu mengikuti kehendakmu?
Apa kamu tidak bisa menerima sifatku?
Ini sifatku!
Sudah tidak bisa diubah lagi!
Walau sudah mencoba menjadi yang diinginkan semua orang,
Tapi ini aku!
Jika ada dua,
Kenapa kamu menginginkan sesuatu yang sedang aku sentuh?
Kenapa kamu tidak mengisi sesuatu yang lainnya?
Itu sedang kosong!
Sudah terlalu banyak aku mengalah padamu
Apa kamu tahu?
Walau seharusnya begitu,
Tapi walaupun sekali, boleh 'kan aku mengeluarkan sifat asliku?
Walaupun sekali?
Mungkin kamu belum mengerti sekarang,
Tapi cobalah menerima sifatku ini
Kuharap bukan cuma kamu,
Tapi juga orang lain yang hanya melihatku lalu bingung akan berkata apa,
Lalu pergi...
Kenapa kamu merasa istimewa?
Kenapa aku harus selalu mengikuti kehendakmu?
Apa kamu tidak bisa menerima sifatku?
Ini sifatku!
Sudah tidak bisa diubah lagi!
Walau sudah mencoba menjadi yang diinginkan semua orang,
Tapi ini aku!
Jika ada dua,
Kenapa kamu menginginkan sesuatu yang sedang aku sentuh?
Kenapa kamu tidak mengisi sesuatu yang lainnya?
Itu sedang kosong!
Sudah terlalu banyak aku mengalah padamu
Apa kamu tahu?
Walau seharusnya begitu,
Tapi walaupun sekali, boleh 'kan aku mengeluarkan sifat asliku?
Walaupun sekali?
Mungkin kamu belum mengerti sekarang,
Tapi cobalah menerima sifatku ini
Kuharap bukan cuma kamu,
Tapi juga orang lain yang hanya melihatku lalu bingung akan berkata apa,
Lalu pergi...
Langganan:
Postingan (Atom)